Buletin Muslim Pelajar edisi 8 : Untukmu Yang Selalu Gagal

0
269
views

UNTUKMU YANG SELALU GAGAL

            Seribu dikurang lima puluh tahun lamanya ia menyeru kaumnya. Selama itu Beliau berdakwah, tak banyak yang mau beriman padanya. Bahkan istri dan anak sang penyeru pun, tidak ketinggalan menjadi jejeran manusia yang ingkar kepadanya.

Jika kita gunakan kacamata manusia, tentu akan banyak yang mengira bahwa Beliau adalah seorang yang gagal. Banyangkan saja, selama hamper seribu tahun berdakwah, umatnya hanya belasan. Itu artinya, rata-rata dalam 50 tahun berdakwah hanya ada 1 orang yang beriman dan menjadi pengikut Beliau. Bayangkan hal tersebut, 50 tahun berdakwah hanya mendapat 1 orang pengikut saja.

Akan tetapi, hal tersebut tidaklah sama dengan penilaian Allah Ta’ala, Allah tidak menyatakan bahwa Beliau adalah seorang yang gagal. Bahkan sebaliknya, Allah tetapkan Beliau sebagai Nabi yang mulia. Tak sampai disitu, Beliau juga Allah abadikan namanya pada salah satu surat dalam Al-Qur’an. Tentu saja, Beliau adalah satu dari lima Nabi dengan gelar “Ulul ‘Azmi”, Nabi Nuh ‘alaihis salam.

Begitulah teman, jika dalam hidup ini yang kita tuju adalah kesuksesan di mata manusia, maka kegagalan akan selalu melekat di pelupuk mata, namun jika yang kau cari adalah ridho Ilahi, Ia tidak akan pernah menyia-nyiakan usahamu.

وَٱصْبِرْ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُحْسِنِينَ

“Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Hud : 115)

Betapapun engkau gagal di mata manusia, Allah akan selalu menghargai usahamu, karena Dia lah Dzat Yang Maha Mensyukuri lagi Maha Penyantun.

إِن تُقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ

“Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun.” (At-Thagabun :17)

Tentu saja semua itu dengan satu syarat, yaitu selama engkau tetap berpegang teguh di Jalan-Nya, sesuai dengan sunnah-sunnah Nabi-Nya dalam menjalani hidup di dunia ini.

Untukmu yang tak lulus ujian, untukmu yang letih mencari nafkah, untukmu yang tak kunjung sembuh dari sakit, untukmu yang merasa sulit dalam menghafal ayat-Nya, untukmu lelaki yang ingin menikah tetapi penolakan selalu saja terjadi, untukmu wanita yang jenuh menunggu menanti kedatangan pinangan, untukmu pasangan yang tak kunjung mendapatkan buah hati, untukmu yang masih terlilit dalam hutang, untukmu yang terlunta-lunta di jalan dakwah, juga untukmu yang selalu gagal, tetaplah bersabar, tetaplah bersabar dengan kesabaran yang indah. Dan janganlah kepayahan dalam menjalani hidup membuatmu menerjang larangan-larangan Allah karena segala sesuatu yang menimpamu sejatinya sudah digariskan oleh-Nya.

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الأرْضِ وَلا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ (٢٢) لِكَيْلا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ وَاللَّهُ لا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (٢٣)

“Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah (22). Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri (23)” (Al-Hadid 22-23)

            Pahamilah bahwa kegagalan yang terus menyapa, yang begitu terasa pahit, bisa jadi menyimpan hikmah-hikmah yang indah di dalamnya dan itulah pula yang terbaik bagimu. Begitu pula sebaliknya, sesuatu yang kita rasa baik, belum tentu itu baik menurut Allah, sesuai dengan firman-Nya:

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu me-nyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah : 216)

Dan ingatlah bahwa kita hidup di dunia bukan hanya soal menyoal tentang hasil belaka, namun siapakah yang lebih baik amalannya,

إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.” (Al-Kahfi 7)

Karena begitulah hidup, sejatinya ia hanyalah ujian-ujian yang silih berganti, untuk menguji siapakah yang benar imannya.

أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتۡرَكُوٓاْ أَن يَقُولُوٓاْ ءَامَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَنُونَ (٢) وَلَقَدۡ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ‌ۖ فَلَيَعۡلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْ وَلَيَعۡلَمَنَّ ٱلۡكَـٰذِبِينَ (٣)

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (2) Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta (3)” (Al-Ankabut 2-3)

Oleh karena itu, jadilah orang yang tidak pernah gagal dalam hidup, yakni dengan melakukan segala sesuatu hanya mengharap ridho Allah.

Tetaplah bersabar dalam ketaatan kepada-Nya, meskipun kadang semua tak seindah yang kita inginkan. Dan selalu iringi kehidupan dengan penuh rasa syukru, karena bagaimanapun kepayahan hidup yang menimpa kita sekarang, bukankah kita justru telah memiliki nikmat yang paling besar, yaitu hidup diatas keimanan, nikmat yang selalu didamba-dambakan orang-orang kafir yang telah mati yang kini disiksa di dalam kubur.

Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang beriman dan semoga Allah menjadikan hari pertemuan denganNya adalah hari terbaik kita dan nikmat yang paling agung.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here