Buletin Muslim Pelajar edisi 10 : Jangan Jadikan Hijrah Kambing Hitamnya

0
1000
views

Dear Sahabatku…

Bayangkan kamu memiliki sebuah sepeda motor. Akhir-akhir ini kurang nyaman dikendarai karena selalu muncul bunyi yang sangat mengganggu. Entah apa penyebabnya, tapi itu membuatmu sangat-sangat tak nyaman. Suatu hari kamu terpaksa membawanya ke bengkel. Sesampai di bengkel, kamu memberitau pada petugas bengkelnya, “Saya tidak tau apa yang menyebabkan motor ini mengeluarkan bunyi yang sangat mengganggu. Bisakah anda memperbaikinya?”

Petugas bengkel mengiyakan dan pergi untuk mengecek motormu. Saat selesai, dia kembali dengan ekspresi tak menentu, “Saya sudah memeriksanya tapi tidak menemukan permasalahan pada motor anda. Tapi saya punya saran jika anda mau, saat mengendarai motor ini, cukup pasangkan headshet di telinga anda dan dengarkan audio yang anda sukai.”

Well, apa permasalahan pada motormu selesai, sobat? Tidak sama sekali! Itu hanya menyamarkan. Kamu pikir masalahnya selesai padahal tidak. Sama halnya dengan pil, narkoba, miras, pacaran dan segala hal buruk yang menjadi pelampiasan anak muda zaman sekarang saat mengalami stres berat. Mereka pikir itu menghilangkan dan membahagiakan padahal PALSU!

Mungkin tugas sekolah dan kampus yang menumpuk, permasalahan dengan teman atau keluarga atau hal lainnya yang sangat mengganggu dan memberi beban di kepala kita.

Tak pandang bulu, terkadang orang yang sudah hijrah pun dapat terjerumus kedalam lubang kemaksiatan saat cobaan terasa begitu berat. Akhirnya mencoba untuk berbalik ke belakang karena tak tahan dengan ujian bahkan tak jarang menjadikan hijrah sebagai ‘kambing hitam’ dan bermunculah pertanyaan semacam,“Kok pas gue mendekat sama Allah, gue justru dapat banyak cobaan sih?”

Ternyata Allah Ta’ala sudah menjelaskan hal ini sebelumnya. Allah Ta’ala berfirman,

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman” dan mereka tidak diuji?” (QS. Al-‘Ankabut : 2).

Simplenya adalah kita berharap mendapat predikat terbaik atau lulus sebagai lulusan terbaik di salah satu sekolah atau universitas ternama tapi, tak ingin mengikuti ujian semesternya. Mana bisa sobat?

Sekolah dan universitas saja pakai ujian apalagi hidup ini? ingat kan, kalau mau dapat pekerjaan yang jadi impian kita kelak, minimal sekolahnya harus 16 tahun lho sampai S1. Itu hanya untuk sesuatu yang berbau dunia, apalagi surga yang kenikmatannya tak terbayangkan dan bersifat selamanya. Wajar jika ujiannya hampir di setiap persimpangan jalan di hidup ini. Rasa sedih, letih, jenuh dan hal yang tak kita sukai lainnya harus terjadi pada kita agar kita sadar, bahwa ini masih di dunia. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

“yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS. Al-Mulk : 2).

Tentu Allah Ta’ala tidak mendatangkan ujian kepada kita secara sia-sia,

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR. Ibnu Majah no. 4031, hasan kata Syaikh Al Albani)

Dalam hadits yang lain, bahkan dijelaskan tidak ada yang terjadi pada kita sampai duri yang menusuk kulit kita pun kecuali untuk mengampuni dosa-dosa kita.

So, apa yang harus kita lakukan saat mendapat ujian? hal pertama yang perlu kita lakukan saat mendapat ujian adalah mendekat kepada pemberi ujian-Nya.Sebagaimana Dia yang memberi ujian pada setiap insan, maka tentu Dia lebih tau jawaban dari permasalahan kita. Alkohol, narkoba, pil, tidak pernah memberi jawaban.

Kedua, bersabar dan bersikap ridho terhadap ujian tersebut. Sabar kita disini masih bermanfaat tapi sabar kita disana..tak ada guna. Pilih mana?

Sobat? Ingatlah, dalam cobaan ada kenaikan derajat, dalam cobaan ada pengampunan dosa dan dalam cobaan ada kasih sayang. So, are you ready for the next challenges? Let’s fight!

_______________________________________________

Ditulis oleh Ummu ‘Aisyah, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kupang. Semoga Allah berkahi dan ampuni dirinya dan keluarganya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here