Buletin Muslim Pelajar edisi 9 : Ridha Allah Tergantung Kepada Ridha Kedua Orang Tua

0
506
views

RIDHA ALLAH TERGANTUNG KEPADA RIDHO KEDUA ORANG TUA

Bismillahirrahmanirrahim.

Setiap manusia (secara keumuman) dilahirkan ke dunia ini melalui sebab kedua orang tuanya. Allah menciptakan manusia dalam keadaan lemah dari setetes mani yang bertemu dengan ovum kemudian menetap beberapa lamanya dalam rahim ibu kita. Setelah kita dilahirkan, kasih sayang kedua orang tua kita senantiasa mengalir pagi dan malam, siang dan petang tiada henti-hentinya laksana mentari yang menyinari ufuk timur hingga ufuk barat, kemudian digantikan rembulan sebagai pelita malam. Begitulah fitrah seorang manusia sebagai orang tua. Begitu pula fitrah seorang anak, yang terus menerus memperoleh peluk hangat dan kasih sayang dari kedua orangtuanya, akan mengalir dalam benaknya untuk senantiasa membalas tiap peluh yang diteteskan kedua orangtuanya. Maka sejatinya mereka yang tidak berbuat baik, melalaikan, menghardik dan durhaka kepada kedua orangtuanya telah menyimpang dari fitrah sebagai manusia. Oleh karenanya syariat Islam datang untuk mengembalikan nilai kemanusiaan seutuhnya.

Kewajiban Seorang Muslim Berbakti Kepada Kedua Orang tua

Jalan yang haq untuk menggapai ridha Allah adalah dengan birrul walidain (berbuat baik kepada kedua orang tua). Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan berbakti kepada orang tua setelah perintah-Nya untuk bertauhid. Allah Ta’ala yang artinya, “Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.” [QS. Al-Isra’ : 23-24]

Dalam ayat-Nya yang lain, Alla Ta’ala berfirman, “Dan beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua.” [QS. An-Nisaa’ : 36].

 Allah Ta’ala juga berfirman, “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang Ibu Bapanya, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Maka bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang Ibu Bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu.” [QS. Luqman : 14].

Ibnu ‘Abbas berkata “Tiga ayat dalam Al Qur’an yang saling berkaitan dimana tidak diterima salah satu tanpa yang lainnya, kemudian Allah menyebutkan diantaranya firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya), “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang Ibu Bapakmu”. Berkata beliau. “Maka, barangsiapa yang bersyukur kepada Allah akan tetapi dia tidak bersyukur pada kedua Ibu Bapaknya, tidak akan diterima (rasa syukurnya) dengan sebab itu.” (Al-Kabaair Imam Adz-Dzahabi hal. 40).

 

Keutamaan Berbakti Kepada Kedua Orang Tua

Terdapat beberapa keutamaan tentang berbakti kepada kedua orang tua yang Allah firmankan dalam Alquran dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan dalam haditsnya.

  1. Merupakan salah satu sebab penghapus dosa

Allah Ta’ala berfirman, Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa, “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku temasuk orang-orang yang berserah diri.” Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.” [QS. Al-Ahqaf 15-16]

  1. Termasuk Amalan yang paling mulia

Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu dia berkata : Saya bertanya kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam: Apakah amalan yang paling dicintai oleh Allah?, Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam: “Sholat tepat pada waktunya”, Saya bertanya : Kemudian apa lagi?, Bersabada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam “Berbuat baik kepada kedua orang tua”. Saya bertanya lagi : Lalu apa lagi?, Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Berjihad di jalan Allah”. [HR. Bukhari dan Muslim]

  1. Merupakan sebab masuk ke dalam surga

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Celakalah dia, celakalah dia”, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam ditanya : Siapa wahai Rasulullah?, Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : “Orang yang menjumpai salah satu atau kedua orang tuanya dalam usia lanjut kemudian dia tidak masuk surga”. [HR. Muslim no. 1758]

  1. Mendatangkan keridhoan Allah

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Keridhaan Rabb (Allah) ada pada keridhaan orang tua dan kemurkaan Rabb (Allah) ada pada kemurkaan orang tua.” (Riwayat Tirmidzi dalam Jami’nya (1/ 346). Hadits ini Shohih, lihat Silsilah Al Hadits Ash Shahiihah No. 516).

  1. Merupakan sebab bertambahnya umur dan barakahnya rizki

Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Barangsiapa yang suka Allah lapangkan rizkinya dan Allah panjangkan umurnya, maka hendaklah dia menyambung silaturrahim”. [HR. Bukhari dan Muslim]

Jangan Engkau Durhakai Mereka

Terdapat ancaman yang nyata dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam terhadap orang-orang yang durhaka kepada kedua orang tua. Beliau bersabda, “Maukah aku beritahukan kepadamu sebesar-besar dosa yang paling besar, tiga kali (beliau ulangi). Sahabat berkata, ‘Baiklah, ya Rasulullah’, bersabda Nabi. “Menyekutukan Allah, dan durhaka kepada kedua orang tua, serta camkanlah, dan saksi palsu dan perkataan bohong”. Maka Nabi selalu megulangi, “Dan persaksian palsu”, sehingga kami berkata, “semoga Nabi diam.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Dari Mughirah bin Syu’bah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu, durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan minta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan).” [HR. Bukhari dan Muslim]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here