SESULIT ITUKAH?

0
416
views
[Sesulit Itukah?]
“Tapi, memang sesulit itukah?” -Sal, pada temannya
_
Pertanyaan itu terngiang pada memori. Apakah hal yang nampak mudah itu memang sejatinya sangat sulit kah? Atau memang ada yang salah pada ia yang menjalani ujian tersebut?
Memang bisa jadi, seseorang keliru dalam menghadapi suatu masalah, sehingga sesuatu yang sejatinya mudah pun menjadi sulit. Tapi tak bisa dipungkiri, setiap manusia memiliki ujiannya masing-masing.
كُلُّ نَفۡسٍ ذَآئِقَةُ ٱلۡمَوۡتِۗ وَنَبۡلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلۡخَيۡرِ فِتۡنَةًۖ وَإِلَيۡنَا تُرۡجَعُونَ.
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.” (Al-Anbiyaa:35)
Kata (بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً) oleh Ibnu Katsir ditafsirkan sebagai berikut,
“Kami benar-benar akan menguji kalian —adakalanya dengan musibah dan adakalanya dengan nikmat— agar Kami dapat melihat siapakah yang bersyukur dan siapakah yang ingkar, siapakah yang bersabar serta siapakah yang berputus asa (di antara kalian).
Seperti yang telah diriwayatkan oleh Ali ibnu Abu Talhah, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: Kami akan menguji kalian (Al Anbiyaa:35). Yakni memberikan cobaan kepada kalian. dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Yaitu dengan kesengsaraan dan kemakmuran, dengan sehat dan sakit, dengan kaya dan miskin, dengan halal dan haram, dengan taat dan durhaka, serta dengan petunjuk dan kesesatan.”
_
Maka dapat kita simpulkan, bahwa bahkan seseorang bisa saja diuji denga sesuatu yang kita nilai sebagai kebaikan, nikmat misalnya. Yang pandai bersyukur pun akan berkomentar, apa susahnya bersyukur. Fitnah syahwat bisa jadi juga demikian. Ia yang tak terfitnah akan mudah berkomentar, apa susahnya menghindar. Maka setiap manusia akan mendapati kertas ujiannya masing-masing.
Kertas ujiannya tak ada yang sama, tetapi kunci jawabannya senada.
وَٱسۡتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ ….
“Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. ….” (Q.S. Al-Baqarah: 45)
Sabar dulu, yang pertama. Karena demikianlah kebanyakan masalah di dunia ini, kunci jawabannya terletak pada sabar. Terlebih, balasan kebaikan untuk mereka yang bersabar itu jumlahnya sangat banyak, atau lebih tepatnya tanpa hisab.
… إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجۡرَهُم بِغَيۡرِ حِسَابٍ.
“…. Sesungguhnya orang-orang yang bersabar, balasan untuk mereka adalah tanpa hisab (tanpa batas).” (Q.S. Az-Zumar:10)
_
Sebagai tambahan, kiranya potongan ayat yang biasanya sudah dihafal ini kiranya cocok untuk senantiasa kita ingat juga terjemahnya,
فَأَمَّا ٱلْإِنسَٰنُ إِذَا مَا ٱبْتَلَىٰهُ رَبُّهُۥ فَأَكْرَمَهُۥ وَنَعَّمَهُۥ فَيَقُولُ رَبِّىٓ أَكْرَمَنِ. وَأَمَّآ إِذَا مَا ٱبْتَلَىٰهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُۥ فَيَقُولُ رَبِّىٓ أَهَٰنَنِ.
“Maka adapun manusia, apabila Tuhannya mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia berkata, “Tuhanku telah memuliakanku.” Namun apabila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, “Tuhanku telah menghinaku.” (Q.S. Al-Fajr: 15-16)
Agar kita paham, bahwa sungguh ujian dari Allah itu dapat berupa musibah maupun nikmat.
_
Last but not least, jangan berhenti berdoa kepada Allah. Bahkan dianjurkan merengek-rengek kepada Allah dalam berdoa, yaitu mengulang-ulang permohonan kita. Misalnya, “Ya Allah, yang Maha Pengampun, ampunilah dosa-dosaku ya Allah, ampunilah dosa-dosaku ya Allah, ampunilah….”
Bukankah di dalam Al-Qur’an surat Ali-Imran ayat yang ke 150, Allah juga telah menegaskan bahwa Dialah yang Maha Memberikan Pertolongan?
بَلِ اللَّهُ مَوْلٰىكُمْ  ۖ وَهُوَ خَيْرُ النّٰصِرِينَ
“Tetapi hanya Allah-lah pelindungmu, dan Dia penolong yang terbaik”
Tak hanya itu, telah diriwayatkan dengan shahih dalam as-Sunnah, sebagaimana hadits riwayat Muslim yang panjang dari Sahabat Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu, ia berkata, “… dan apabila Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a, beliau ulang sebanyak tiga kali dan apabila beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memohon, diulanginya sebanyak tiga kali, ….” (H.R. Bukhari dan Muslim)
_
“Tapi, memang sesulit itukah? Seberat itukah? Serumit itukah? Bukankah Allah Maha Memberikan Pertolongan?” -Ar
_
Sumber kutipan ayat, terjemah, dan tafsir:
Quran App:https://goo.gl/w6rESk
Sumber kutipan tips tentang berdo’a:
https://almanhaj.or.id/4003-adab-adab-dalam-berdoa.html
_
Ditulis oleh MY, disunting oleh tim Media Majeedr.
═══ ¤❁✿❁¤ ═══
Follow us !
Facebook : https://facebook.com/majeelisdakwahremaja
LINE : http://line.me/ti/p/%40majeedr (@majeedr)
Instagram : https://instagram.com/majeedr1 (@majeedr1)
Telegram : t.me/majeedrofficial (@majeedrofficial)
Twitter : https://twitter.com/majeedrofficial
Website : www.majeedr.com
Majeedr TV : bit.ly/majeedr
Kunjungi juga Majeedr Store 
Instagram https://instagram.com/majeedrstore (@majeedrstore)
store.majeedr.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here